Materi Pertemuan 9 Contoh-contoh Simulasi oleh Rasiyah Shafa Azizah

 Contoh-contoh Simulasi

Keacakan dalam Simulasi

    Contoh aplikasi: 

  • Waktu pelayanan 
  • Waktu antar kedatangan

    Bilangan acak : terdistribusi secara uniform dalam interval.

    Digit acak : terditribusi secara uniform pada himpunan.

    Bilangan acak yang sebenarnya sangat sulit dibuat : 
  • Bilangan acak bayangan (pseudo-random numbers) 
  • Membangkitan bilangan acak dari tabel digit acak.
    Pembangkitan suatu distribusi sederhana
Contoh hasil pembangkitan distribusi yang sederhana
Contoh hasil pembangkitan distribusi yang sederhana

Sistem Antrian Layanan Tunggal

    Entitas apa ? Keadaan apa ? Persitiwa seperti apa ?

    Kapan peristiwa terjadi atau bagaiman memodelkan peristiwa ? 

    Bagaimana keadaan berubah ketika peristiwa terjadi? 

   Contoh: Simulasi kedatangan, pelayanan 20 customer Statistik dan analisis contoh sistem antrian tunggal 

    Rata-rata waktu tunggu =  (Total waktu tunggu customer) / (total jumlah customer)

                                           = 56 = 20 = 2:8 menit

    Probabilitas customer yang harus menunggu diantrian = P (menunggu)

    P (menunggu) = (jumlah customer yang menunggu) / (total jumlah customer)

    P (menunggu) = 13 = 20 =  0:65

Sistem Antrian Pelayan Tunggal

Penentuan Waktu Antar Ketertiban

Hasil Simulasi

    Fraksi waktu menganggur pelayan:

    P(idle) = (total waktu idle) / (total waktu run simulasi)

    P(idle) ¡ 18=86 = 0:21

    Rata-rata waktu pelayanan = (total waktu pelayanan) / (total jumlah customers)

                                                = 68=20 = 3:4 menit

    Waktu layanan yang diharapkan (expectation):

    E(S) = P (waktu layanan) ¤ p(waktu layanan)

            = 1¤(0:10)+2¤(0:20)+3¤(0:30)+4¤(0:25)+5¤(0:10)+6¤(0:05) = 3:2 menit

    Waktu layanan yang diharapkan lebih kecil ketimbang hasil simulasi.

    Semakin lama waktu simulasi akan semakin dekat ke nilai ekspektasi E(s).

    Rata-rata waktu antar kedatangan = (jumlah seluruh waktu antar kedatangan) / (jumlah ketibaan - 1 )

                                                           = 82=19 = 4:3

    Waktu yang diharapkan antara kedatangan (mean distribusi uniform diskrit, yang memiliki titik ujung a = 1; b = 8).

    E(A) = (1 + 8)=2 = 4:5 menit

    Rata-rata nilai ekspektasi berbeda

    Rata-rata waktu tunggu bagi pelanggan yang menunggu

    (total waktu customers menunggu di antrian) / (total customer yang menunggu)

    = 56=13 = 4:3 menit

    Rata-rata waktu berada di sistim:

    (total waktu customers berada di sistem) / (total jumlah customers)

    = 124=20 = 6:2 menit

    (waktu rata di antrian) + (waktu rata dalam pelayanan) = 2:8+3:4 = 6:2 menit

Contoh-contoh Lain

Masalah Able Baker Carhop : Dua Pelayan

    Able kemampuan kerjanya lebih baik dan bekerja lebih cepat ketimbang Baker. Penyederhanaan aturan (rule) — Able mendapat customer jika kedua carhops menganggur.

Distribusi waktu antar ketibaan

    Analisis hasil simulasi:

    Able sibuk 90% dari waktu yang ada. Baker sibuk hanya 69 %. Sembilan dari 26 kedatangan (§ 35%) harus meunggu. Rata-rata waktu tunggu untuk seluruh hanya sekita 0.42 menit (25 detik), sangat kecil. Kesembilan cutomer yang harus menunggu, hany menunggu rata-rata 1,22 menit, cukup rendah. Kesimpulan, sistim ini tampak seimbang dengan baik. Satu pelayan tidak cukup, tiga pelayan mungkin akan terlalu banyak.

Sistem Antrian Dua Pelayan

Distribusi Waktu Pelayanan dari Able

Distribusi Waktu Pelayanan dari Baker

Hasil Simulasi Sistem Antrian Dua Pelayan

Sistem Inventory

  •  Simulasi sistem inventory (M; N).

Masalah Reabilitas 

  • Evaluasi alternatif 

Masalah Militer 

  • Bilangan normal acak

Lead-Time Demand 

  • Histogram

Ringkasan

    Konsep Dasar Simulasi: 

  • Menetapkan karakterisik data masukan. 
  • Mengkonstruksi tabel simulasi. 
  • Membangkitak variabel acak berdasaskan model masukan dan menghitung nilai respon. 
  • Menganalisi hasil-hasil. 

    Masalah utama dengan pendekatan tabel simulasi: 

  • Tidak dapat digunakan atau mengatasi ketergantungan yang kompleks antar entitas.


Soal dan Pembahasan

1. Apa saja contoh aplikasi dalam keacakan simulasi?

Jawab:

Contoh aplikasi: 

  • Waktu pelayanan 
  • Waktu antar kedatangan

2. Sebutkan keacakan dalam simulasi!

Jawab:

Bilangan acak : terdistribusi secara uniform dalam interval.

    Digit acak : terditribusi secara uniform pada himpunan.

    Bilangan acak yang sebenarnya sangat sulit dibuat : 
  • Bilangan acak bayangan (pseudo-random numbers) 
  • Membangkitan bilangan acak dari tabel digit acak.

3. Bagaimana rumus menghitung rata-rata waktu tunggu dalam sistem antrian layanan tunggal?

Jawab:

Rata-rata waktu pelayanan

    (total waktu pelayanan) / (total jumlah customers)

4. Bagaimana rumus menghitung rata-rata waktu antar kedatangan dalam sistem antrian layanan tunggal?

Jawab:

Rata-rata waktu antar kedatangan

    (jumlah seluruh waktu antar kedatangan) / (jumlah ketibaan - 1 )

5. Bagaimana rumus menghitung rata-rata waktu tunggu bagi pelanggan yang menunggu dalam sistem antrian layanan tunggal?

Jawab:

Rata-rata waktu tunggu bagi pelanggan yang menunggu

    (total waktu customers menunggu di antrian) / (total customer yang menunggu)

6. Bagaimana rumus menghitung rata-rata waktu berada di sistem dalam sistem antrian layanan tunggal?

Jawab:

 Rata-rata waktu berada di sistim:

    (total waktu customers berada di sistem) / (total jumlah customers)

7. Antara kinerja Able dan Baker manakah yang lebih baik diterapkan pada simulasi?

Jawab:

Able kemampuan kerjanya lebih baik dan bekerja lebih cepat ketimbang Baker. Penyederhanaan aturan (rule) — Able mendapat customer jika kedua carhops menganggur.

8. Sebutkan contoh-contoh lain dari simulasi!

Jawab:

Sistem Inventory

  •  Simulasi sistem inventory (M; N).

Masalah Reabilitas 

  • Evaluasi alternatif 

Masalah Militer 

  • Bilangan normal acak

Lead-Time Demand 

  • Histogram

9. Jelaskan bagaimana konsep dasar simulasi!

Jawab:

Konsep Dasar Simulasi: 

  • Menetapkan karakterisik data masukan. 
  • Mengkonstruksi tabel simulasi. 
  • Membangkitak variabel acak berdasaskan model masukan dan menghitung nilai respon. 
  • Menganalisi hasil-hasil. 

10. Jelaskan masalah utama dengan pendekatan tabel simulasi!

Jawab:

Masalah utama dengan pendekatan tabel simulasi: 

  • Tidak dapat digunakan atau mengatasi ketergantungan yang kompleks antar entitas.


Nama : Rasiyah Shafa Azizah
NIM : 1903015159

Artikel ini dibuat sebagai tugas kuliah  sebagaimana yang tertuang dalam Online Learning UHAMKA.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berita UHAMKA oleh Rasiyah Shafa Azizah - 1903015159

Materi Pertemuan 1 Kontrak Belajar Pemodelan dan Simulasi Oleh Rasiyah Shafa Azizah

Aplikasi Pengamanan Informasi Menggunakan Kriptografi Dengan Algoritma Chiper Caesar